FOCUS GROUP DISCUSSION I “NEW TRACE DALAM AMANAH SEJARAH UNTUK MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA INDONESIA”

·         Panelis ketiga: Ir. Suaib Didu, MM.

            Diskusi ini, sedikit tapi sangat menarik, dan itu selaku pemuda, diskusi ini menjadi referensi.bagi kami. Bahwa segala peristiwa-peristiwa itu menjadi referensi anak muda dan pada generasi yang selajutnya. Manfaatnya, jangan sampai terjadi hal  yang demikian. Super semar itu sangat seksi, karena emang aslinya hilang, kalau aslinya ada tidak seksi lagi.
            Yang kedua, bahwa terjadinya pergerakan generasi super semar itu, kalau melihat sejarah bahwa Bung Karno membubarkan Masumi dan Pak Harto membubarkan PKI. Tidak hanya Masumi tapi, termasuk GPI dan saya juga termasuk mantan Gerakan Pemuda Islam Indonesia. Nah, kondisi sekarang yang paling asik, semua orang bertentangan tetapi tidak ada yang berani membubarkan. Ini menarik. Saya bilang partai politik dan sekarang masih di P3. Menuut saya kita merdeka tapi tidak merdeka.
            Contoh kecil kasus yang terjadi di kampus saya adalah begini. Waktu pilkada itu antara bapak dan anak saling mentafsirkan dan saling bersebelahan. Dan sekarang itu problem bagi kami. Bahwa bangsa Indonesia itu bersuku dan berbangsa-bangsa. Ini rumah tangga sesuai persoalan padahal persatuan nasional bangsa itu adalah hal yang paling penting. Indonesia sangat mudah dicerai beraikan. Sangat mudah. Pulau-pulau terpisah-pisah, suku juga terpisah-pisah nah itu yang menjadi kendala apakah kita tetap akan bersatu atau tidak. Kemungkinan kita untuk bersatu itu harus dengan kita berbenah diri kembali pada ideologi. Partai politik saat ini berideologi dan ini kuncinya. Untuk itu, kita harus kembali melihat pada ideologi Pancasila yang semua pada membawa ideologi masing-masing dari luar dan tidak berkaca pada ideologi Pancasila dan UUD 1945. Justru sekarang pada lupa ideologi itu, dasarnya saja sudah lupa dan siapa yang membuat sudah lupa, nah itu yang perlu diperhatikan oleh kita.

            Yang terakhir bahwa, sangat menarik yang lainnya bahwa keunggulan Mashumi, keunggulan GPI, tapi super semar menarik. Yang menarik adalah karena ada beberapa korban dari militer. Stabilitas nasional sangat dituntut oleh stabilitas TNI. Jika dalam internal TNI itu kacau maka stabilitas nasional jadi kacau juga. Jadi sekali lagi bahwa walaupun nanti politik saling bersaing, maka KMAPBS ini tetap stabil karena satu-satunya yang sesuai dengan ideologi asli negeri ini. Kalau misal TNI, Brimob, dan sebagainya itu kemasukan ideologi lainnya maka hancurlah negara ini karena pengendali internal negeri ini sudah ternodai oleh ideologi lainnya. Untuk itu, stabilitas NKRI sangat ditentukan oleh aparatur negara ini, dan sebagai super semar, mari kita satukan langkah kita untuk memajukan bangsa ini.


Sumber: Arsip KMAPBS/Ir. Agus Riyanto, M.T.